Tampilkan postingan dengan label USA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label USA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 September 2010

Anak Cari Ayah Baru di Situs Online

Seorang janda meminta bantuan anaknya untuk memilih suami baru. Anak-anaknya disuruh menentukan pria yang pantas menjadi ayah tiri mereka di situs kencan online.

Hasilnya, kini Charlotter Morgan telah berhasil mendapatkan suami baru yakni Guy Bolam.

Bolam, pria berusia 44 tahun menjadi pilihan anak Charlotte, Zoe (11), dan Will (9) dari sekian banyak pria yang ada di 'toko ayah' online tersebut.

Charlotte menjanda setelah suaminya Richard "Fred" Bassett, tewas dalam kecelakaan pesawat udara di Essex. Richard Basset adalah seorang pilot RAF yang tewas diantara tiga korban tewas dalam dalam tabrakan pesawat Cessna 172 dan Yak 50 pada bulan April 2000.

Satu dekade setelah kematian suaminya, membuat pebisnis wanita tersebut mencoba mencari pengganti ayah dua anaknya. "Saya telah lima kali mendapat pasangan tanpa bantuan dari anak-anak tahun sebelumnya, tapi semuanya kandas, kini saya terpaksa meminta bantuan anak, " kata Ms Morgan, mantan model Burberry.

"Namun, tiba saat dimana kami memang membutuhkan figur ayah, dan Guys adalah pilihan pertama yang dipilih anak-anak saya," kata Charlotte.

Selasa, 24 Agustus 2010

Wow...Usia 14 Tahun Sudah Jadi CEO!

Bisakah Anda membayangkan menjadi kaya raya dengan usaha sendiri di usia yang sangat muda? Semua itu bisa terjadi jika ada kemauan dan kerja keras.

Lihat saja Leanna Archer, seorang gadis muda asal Central Islip, Long Island, New York, Amerika Serikat ini memulai bisnis perawatan rambutnya sendiri ketika dia baru berusia sembilan tahun. Fantastis bukan!

Dilansir dari Strait Times, Minggu (22/8/2010), saat ini, diumurnya yang ke-14, dia sudah menjadi seorang CEO dari sebuah perusahaan bernama Leanna Inc, yang mempunyai pendapatan lebih dari USD600 ribu per tahun.

Ya, Leanna telah menjadi salah satu pengusaha muda yang sukses, dan juga juara. Bahkan, dia ditunjuk menjadi salah satu dari 12 pembicara muda yang akan berbagi kisah sukses mereka di yang diselenggarakan oleh Universitas Nasional di Singapura.

Dikutip dari situs andriewongso.com. Leanna memiliki dan memimpin perusahaannya sendiri pada usia 13 tahun. Pada 2007, laba perusahaan itu bahkan sudah mencapai USD100 ribu (Rp1,041 miliar). Hebatnya, pada 16 Oktober 2008, dia diberi kehormatan untuk memulai aktivitasnya di Bursa Saham New York.

Semua ini bermula ketika Leanna mempunyai rambut yang hitam panjang dan tumbuh amat indah berkat perawatan teratur krim dan minyak rambut tradisional buatan neneknya. Banyak orang memuji rambut Leana, baik keluarga, teman, guru, maupun orang asing.

Dari sana, Jiwa wiraswasta Leanna langsung tumbuh. Pada usia delapan tahun, dia meminta izin pada orangtuanya untuk memasarkan produk perawatan rambut sang nenek. Awalnya, orangtuanya menolak. Alasannya, Leanna masih terlalu kecil. Bagaimana mungkin dia bisa membagi waktunya antara sekolah dan bisnis? Leanna dan keluarganya juga tidak punya pengetahuan yang cukup mengenai bisnis.

Dia pun patuh pada orangtuanya. Namun, keinginan dan semangatnya menjadi pengusaha tetap berkobar-kobar. Jika ada waktu luang, dia mencari informasi di internet mengenai kewirausahawan, pemasaran, pajak, dan lisensi.

Jika neneknya sedang merawat rambutnya, dia mengambil sebagian krim atau minyak untuk dimasukkan ke dalam botol kosong. Sampel krim atau minyak rambut itu kemudian diberikannya ke teman-teman sekolahnya dan orang-orang yang dikenalnya.

Kemudian, dia meminta pendapat mereka. Ternyata, sebagian besar memuji krim atau minyak rambut itu. Mereka bahkan menyatakan ingin memesan atau membelinya.

Karena Leanna terus membicarakan mengenai ide dan keinginannya ini, serta terus berusaha tanpa kenal lelah, hati orangtuanya luluh. Mereka mengizinkan Leanna menjadi seorang pengusaha ketika dia berumur 10 tahun dan mendirikan sebuah perusahaannya sendiri.

Pada Juni 2005, Leanna mulai menjual berbagai macam produk secara resmi melalui website (www.leannashair.com), toko, dan salon. Produk-produk yang dijualnya antara lain: hair dressing, hair dressing with shea butter, hair oil treatment, shampoo, conditioner, deep conditioner, moisturizing hair mist, pure shea butter for the skin, scented hand and body lotions, facial mask, french green clay mask, dan scented dead sea salts.

Leanna pun mempunyai prinsip "kepuasan konsumen adalah prioritas dan motivasi terbesar bagiku". Mengenai kiat menghadapi krisis ekonomi, dia berkata untuk tetap menjadi orang yang positif dan optimistis. "Jika kamu tetap memiliki tekad yang kuat, terus maju, dan benar-benar bekerja keras, semuanya akan baik-baik saja!"

Hingga kini, Leanna tetap bisa membagi waktu antara sekolah dan bisnis. Ini semua berkat bantuan orangtua dan kedua kakak lelakunya. Dia bahkan menjadi siswa teladan.

Baru-baru ini, kesibukan Leanna bertambah. Dia menjadi pembicara khusus untuk membangkitkan motivasi dan inspirasi bagi anak-anak. Dia tampil di majalah, surat kabar, dan televisi. Dia pun juga beramal bagi anak-anak miskin di Haiti melalui yayasan Leanna Archer Foundation

Kamis, 12 Agustus 2010

Bayi Itu Lahir Membawa Angka 8-9-10-11-12

Seorang bayi di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat, dilahirkan dengan membawa rangkaian angka 8-9-10-11-12, yang merupakan catatan saat-saat ia muncul ke dunia.

Sang ibu, Terri Riehle, sebelumnya merasa senang bahwa ia tengah mengandung seorang bayi dan bayi ini diperkirakan lahir pada 9 Agustus 2010 (8/9/10).

Penanggalan resmi di Amerika lebih banyak menggunakan format bulan/hari/tahun, bukan tanggal/bulan/tahun.

Terri meyakini, angka 8-9-10 akan menjadi tanggal dan tahun kelahiran yang akan sangat mudah diingat oleh semua orang.

"Jadi gampang, saya tidak akan lupa tanggal ulang tahun anak saya. Tinggal menyebut angka 8, 9, 10!" ujarnya seperti yang dilaporkan stasiun televisi WLWT, Kamis.

Namun ia tak menyangka bahwa rangkaian angka spesial itu akan bertambah ketika sang bayi mungil Ella Rose Riehle benar-benar muncul ke dunia pada tanggal 8-9-10. Dan...pada pukul 11.12 malam.

Suami Terri, Scott Riehle, adalah sosok yang pertama kali menyadari bahwa puterinya benar-benar lahir pada pukul 11.12.

Padahal beberapa saat sebelum pukul 11.00 malam, isterinya itu sebetulnya sudah benar-benar merasakan saatnya untuk melahirkan.

Dokter yang membantu kelahiran meminta Terri untuk terus mendorong dan mendorong bayi untuk keluar.

Sang bayi tidak juga muncul kendati proses untuk mengeluarkannya dari kandungan sudah berjalan lebih dari 10 menit.

Namun tak lama kemudian, Ella Rose Riehle akhirnya keluar dan saat itu Scott langsung menunjuk jam di dinding --jam sedang menunjukkan angka 11.12.

Siapapun yang mengenal Ella Rose Riehle di masa kemudian, tidak akan hanya mengingat hari ulang tahunnya, namun juga jam persis kelahirannya.

Mereka tinggal mengingat angka 8, 9, 10, 11, 12.

Sabtu, 30 Januari 2010

Wanita Berbobot 136 Kg Ini Menduduki Pacarnya hingga Tewas

Seorang wanita diajukan ke pengadilan dengan dakwaan pembunuhan. Bukan dengan senjata atau racun, melainkan wanita berbobot 136 kilogram itu menduduki kekasihnya yang kurus hingga tewas.

Polisi Cleveland, ibu kota Ohio, AS, mengatakan bahwa si wanita yang bernama Mia Landingham dan Mikal Middleston-Bey sudah memiliki tiga anak. Mereka terlibat pertengkaran pada Agustus lalu. Di tengah adu mulut yang terjadi, Landingham menduduki kekasihnya yang berbobot 54,4 kilogram atau kurang dari setengah berat badan Landingham.

Pengacara Landingham mengatakan bahwa terdakwa telah mengalami kekerasan dalam rumah tangga dalam waktu lama. Dia meminta hakim, Carolyn Friedland, untuk mempertimbangkan hal tersebut. Selain itu, terdakwa juga tak memiliki catatan kriminal.

Landingham kemudian dihukum percobaan tiga tahun dan 100 hari kerja sosial. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan lima tahun penjara. Dengan vonis hukuman percobaan, Landingham segera bebas dari penjara.

Hukuman dijatuhkan setelah Landingham mengaku bersalah karena menyebabkan kematian atas diri seseorang. Dia mengaku menyesal menggencet ayah dari ketiga anaknya. “Saya sangat menyesal. Seandainya saya bisa memutar balik waktu,” kata Landingham, seperti dimuat news.com.au.

Namun, penyesalan Landingham tak meredakan amarah keluarga korban. “Saya ingin kamu tahu, kau telah menyakiti kami dengan membuat Mikal pergi,” kata ibu tiri korban, Sharon Phillips, kepada terdakwa. Keluarga korban juga kecewa karena Landingham hanya dihukum percobaan. “Tidak ada keadilan di sini,” kata mereka.