Tampilkan postingan dengan label India. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label India. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 September 2010

Balita Tertinggi di Dunia

Balita berusia 2,5 tahun ini berbeda dengan bayi pada umumnya. Dia memiliki tinggi 1,3 meter dan diyakini menjadi yang tertinggi di dunia.

Tidak heran memang jika bocah ini memiliki tinggi yang signifikan dibandingkan bayi lainnya, ibunya adalah wanita tertinggi di dunia, dengan tinggi mencapai 2,1 meter.

Karan Singh memiliki tinggi dua kali lipat dibandingkan teman sebayanya di Meerut, India, dan pemecahan rekor ini diyakini hanya awalnya saja.

Sejak lahir Karan memang memang membuat takjub semua orang, bayi ini ini memiliki ukuran 0,6 meter dengan berat 5,9 kilogram, tidak pernah ukuran yang pas untuk pakaian bayi. Kini dia mengenakan pakaian untuk anak usia 10 tahun.

Bayi yang mudah lapar ini memakan lima apel sekaligus dan selalu meminta 10 sendok teh madu setiap harinya.

Dalam sebulan keluarganya menghabiskan dana sebesar Rp1,7 juta untuk makanannya, hampir tiga kali lipat dari rata-rata tetangganya.

Ketika Karan pertama kali masuk taman kanak-kanak, para guru menolaknya, dengan mengatakan bahwa seharusnya dia sudah masuk sekolah dasar.

Ibunya Singh kini akan ikut berlomba dalam Commonwealth Games di Delhi minggu depan pada kejuaran basket. Dia mengatakan, akan mengirim putranya ke Amerika jika kelak dia sudah pensiun dari dunia olahraga.

Sedangkan sang suami mengatakan bahwa tinggi mereka merupakan yang spesial dalam keluarga, Singh berharap bahwa suatu saat nanti mereka akan mendapatkan julukan sebagai keluarga paling tinggi didunia

Rabu, 07 Juli 2010

Luar Biasa, Bertapa 70 tahun Tidak makan Tidak Minum

Seorang pertapa berusia 82 tahun di India mengaku tidak makan dan minum selama 70 tahun. Pengakuan yang terdengar mustahil itu mengundang penasaran para ilmuwan setempat dengan memeriksa dia di sebuah rumah sakit di Kota Amhedabad, negara bagian Gujarat.

Menurut laman harian The Telegraph, Rabu 28 April 2010, pertapa itu bernama Prahlad Jani. Para ilmuwan dari Institut Pengembangan Penelitian Pertahanan India akan membuktikan apakah pengakuan kakek itu benar atau hanya khayalan.

Dokter neurologi, Sudhir Shah, menganggap peristiwa tersebut luar biasa. “Seseorang bisa hidup tanpa makanan dan air selama tiga, empat, tujuh, hingga 12 hari, dan kami juga pernah melakukan studi terhadap kegiatan berpuasa di masa lalu di mana orang berpuasa selama 16 atau 30 hari, tetapi mereka minum air setelah delapan hari, dan tentu saja mereka juga mengeluarkan urin,” kata Shah seperti dikutip Telegraph.

“Namun fenomena yang terjadi pada Jani sangat unik,” lanjut Shah.

Jani diobservasi di rumah sakit selama 15 hari dan akan menjalani serangkaian tes. Dr.G.Ilavazhagan dari Institut Pengembangan Penelitian Pertahanan mengatakan, peristiwa ini mungkin bisa membantu menemukan strategi bertahan hidup tanpa makanan dan air saat berada dalam situasi di mana tidak ada makanan dan air.

“Sebagai contoh, saat terjadi bencana alam, orang menghadapi situasi tanpa bahan pangan dan air. Prajurit-prajurit kami juga bisa saja menghadapi situasi tersebut saat mereka tersesat di gurun pasir atau di hutan, atau di tempat-tempat dengan ketinggian tertentu,” lanjutnya.

Sejumlah tes pada otak, pertapa berambut dan berjenggot putih tersebut menunjukkan kemiripan dengan seseorang berusia 25 tahun. Jani juga mengaku memiliki sebuah lubang di langit-langit mulut dan sepanjang kepala di mana setetes atau dua tetes madu bunga masuk, dan membantunya bertahan hidup.

Tes awal menunjukkan bahwa tubuh Jani telah mengalami transformasi biologis karena melakukan yoga. Dokter juga mengatakan tidak ada tanda-tanda kelelahan atau masalah kesehatan lain pada Jani. Bahkan Jani memilih naik tangga dibanding menggunakan lift.

Tidak banyak yang diketahui mengenai keluarga Jani sejak dia meninggalkan rumah pada usia tujuh tahun dan berkelana di hutan-hutan di India

Sabtu, 25 Juli 2009

Minta Hujan, Perawan India Bugil di Sawah

Banyak cara meningkatkan hasil pertanian, mulai dari cara sederhana seturut dengan takhayul hingga menggunakan teknologi canggih.

Seorang petani yang tinggal di Negara Bagian Bihar, India, meminta keponakan perempuannya yang masih perawan membajak sawah tanpa memakai sehelai benang pun, alias bugil.

Maksudnya, agar perempuan muda itu dapat membuat dewa cuaca malu. Dengan demikian, sang dewa diharapkan akan mengirimkan hujan yang membuat tanaman tumbuh subur. Demikian diungkapkan para pejabat setempat, Kamis (23/7).

Para saksi mata mengatakan, perempuan telanjang di negara bagian itu membajak sawah sambil mengumandangkan mantra kuno untuk memohon kepada dewa. Mereka mengatakan, para perempuan tua di desa itu membantu sang gadis menarik bajaknya. Apakah dewa memang malu melihat hal tersebut, tidak dijelaskan lebih lanjut.

sumber : kompas