Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 November 2010

Wow, Ada Ikan Langka di Aliran Lahar Dingin Merapi

Turunnya lahar dingin pasca-letusan Gunung Merapi ke sungai-sungai di Sleman, Yogyakarta, ternyata membawa berkah bagi warga sekitar aliran sungai.

Sekor ikan langka berukuran besar tertangkap salah seorang warga yang tengah menangkap ikan di Sungai Kuning.

Lahar dingin yang mengalir hingga sungai di dekat permukiman, membuat berbagai ikan yang hidup di dasar sungai keluar menepi. Peristiwa ini dimanfaatkan puluhan warga untuk menangkap dan memanen ikan secara gratis.

Basuki (38), warga Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman, bersama tiga temannya berhasil menangkap seekor ikan langka berukuran besar jenis sidat di bawah jembatan Dusun Sorogenen.

Basuki dan rekannya harus berjuang keras menangkap ikan yang konon berbahaya tersebut.

“Berdasarkan cerita warga, ikan sidat mampu mengeluarkan aliran listrik dan dapat menyengat jika terdesak,” tutur Basuki, Kamis (4/11/2010).

Ikan sidat ini hampir menyerupai belut dan mempunyai ukuran panjang satu meter dengan berat 7 kilogram lebih.

Penemuan ikan langka ini langsung menjadi pusat perhatian warga yang melintas di dekat lokasi, tepatnya di Jalan Yogya-Solo depan Bandara Adisucipto.

Meski demikian, Basuki tidak akan memperlakukan istimewa ikan ini. Dia bahkan akan memasak ikan itu untuk dimakan bersama rekan-rekannya

Senin, 30 Agustus 2010

Mengapa Tokek Mahal Harganya?

Tokek, hewan reptil yang suaranya sering muncul di rumah, kebun, gedung atau bahkan hutan itu kini harganya makin mahal. Tokek berkaki empat mirip cicak itu lebih sering dijumpai di rumah dan kini makin mudah diperoleh di pasaran untuk berbagai keperluan.

Apa yang menjadikan tokek mahal harganya? Ternyata bukan karena suaranya yang sering bunyi tanpa diduga dan berulang-ulang satu periode. Tetapi lebih kepada kandungan dari tokek itu sendiri, yang otomatis untuk memanfaatkan harus disembelih atau dimatikan.

Tokek rumah atau cicak besar bernama latin Gekko gecko dikenal di beberapa tempat beda menyebutnya misalnya tekek atau tokek, (Jawa), tokok (Sunda), dan tokay gecko atau tucktoo (Inggris).

Tokek rumah memiliki bintil besar-besar di punggungnya yang berbeda-beda warnanya dan hal ini satu diantara pembeda dengan cicak kecil. Bermacam-macam warnanya dari warna abu-abu kebiruan sampai kecoklatan, dengan bintik-bintik berwarna merah bata sampai jingga.

Perut tokek warna abu-abu biru keputihan atau kekuningan dan ekornya juga ada enam baris bintil belang-belang. Kakinya di jari-jari ada bantalan pengisap sehingga pandai lengket di dinding tembok atau pohon.

Tokek menjadi mahal dan dicari orang konon karena bisa menyembuhkan orang yang mengidap HIV atau AIDS. Penyakit mematikan itu menyerang sistem imun tubuh dan belum ada obat medis yang mampu mengatasinya. Sehingga, ramuan tradisional dari tokek dipercaya sebagai paling mujarab untuk hal itu.

Bagian lidah tokek dan darahnya dikabarkan mengandung zat yang bisa melawan virus HIV. Yang memiliki khasiat itu tokek berbobot lebih dari 3 ons dalam keadaan hidup.

Selain lidah, konon empedu tokek juga mujarab untuk pengobatan orang yang mengidap AIDS. Kabar beginilah yang membuat orang harus membeli dengan harga mahal demi terselamatkan nyawanya.

Di bagian empedu tokek, juga mengandung senyawa anti tumor dan kanker sehingga bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Sedangkan daging secara keseluruhan sudah dikenal sejak nenek moyang bisa menyembuhkan berbagai penyakit gatal. Banyak orang memberikan kesaksian bahwa penyakit kulit gatal-gatal bisa sembuh dengan tokek yang dibakar atau digoreng.

Harga tokek bervariasi tergantung berat badan dan usia tokek itu sendiri. Di beberapa daerah seperti Jakarta, Batam, Banjarmasin, Makassar, Pontianak, Surabaya dan Solo serta kota lainnya sudah ada lokasi khusus penjualan tokek.

Di Pasar Jatinegara, Jakarta juga ada pasar hewan yang menyediakan berbagai macam satwa langka sekalipun, dengan harga murah.

Untuk tokek dengan berat badan kurang dari 1,5 ons masih kisaran Rp 200 ribu. Tapi bila sudah besar sekitar 2 ons dan sudah tua maka bisa mencapai Rp 5 jutaan.

Jika nasib mujur, penjual tokek dengan berat badan lebih dari 3 ons atau 4 ons bisa terjual Rp 100 juta. Akan lebih mahal lagi jika sudah mencapai 1 kilogram dan mendapat pembeli langsung dari Korea, China atau Malaysia harganya bisa lebih dari Rp 200 juta.

Tokek raksasa yang pernah ditemukan di pedalaman Kalimantan memiliki berat hingga 64 kilogram yang kemudian terjual Rp 179 miliar oleh pengusaha Korea melalui orang Malaysia.

Kamis, 08 Juli 2010

Wanita Berbaju Merah Turun dari Langit

Warga Desa Sukatani, Kecamatan Tanjunglago, Banyuasin, Rabu (7/7/2010) tengah malam, gempar. Sesosok perempuan berambut panjang dengan pakaian serba merah turun dari langit dengan mengeluarkan cahaya merah.

Warga yang melihat kejadian aneh itu langsung merekam dengan ponsel dan sebagian lagi mencari tempat jatuhnya benda tersebut. Setelah ditelusuri ternyata cahaya tadi berhenti di Dermaga Batu Bara Lambung Karang Sakti, Jalur 19. Di atas jembatan itu ternyata ada sesosok perempuan berambut panjang dengan pakaian serba merah menyala.

Sugeng, satpam Dermaga Batubara Lambung Karang Sakti, mengatakan, saat ia bersama warga tengah berjaga malam di sekitar dermaga, tiba-tiba secara mengejutkan ada cahaya merah melengkung yang menerangi malam di kawasan itu. Setelah dilihat, ternyata cahaya itu berasal dari arah langit yang membentuk seperti lengkungan pelangi, tetapi hanya satu warna, yakni merah menyala.

“Kami sempat terkejut dengan benda aneh itu. Awalnya kami kira benda angkasa yang jatuh,” katanya, Rabu.

Setelah ditelusuri, Sugeng menjelaskan bahwa benda yang jatuh itu ternyata adalah perempuan berambut panjang dan bercahaya merah. Wanita itu sedang duduk di atas dermaga, di samping pohon pedado.

“Kami tidak berani dekat karena takutnya hantu yang gentayangan,” katanya.

Menurut Sugeng, kejadian itu berlangsung cukup lama sekitar empat jam lebih, dan sosok perempuan itu baru menghilang menjelang subuh.

Sugeng Dwi Antoni, anggota DPRD Banyuasin, mengakui adanya fenomena aneh tersebut. “Semalam warga sempat geger dengan adanya sesosok perempuan yang turun dari langit tersebut,” katanya.

Menurut Politisi PDI-P ini, warga yang penasaran tampak berbondong-bondong melihat kejadian aneh itu.

“Kejadian seperti ini tidak pernah terjadi sehingga setelah warga dapat informasi ada perempuan yang turun dari langit, mereka penasaran ingin melihat itu,” katanya.